Selamat datang di blog kami..disini kami menyediakan semua koleksi Film Benyamin.S
ada sekitar 25 film dari awal main sampe terakhir.
harganya cuma

Rp90.000

(belum termasuk ongkos kirim)..plus bonus menarik
bisa diputar di DVD player yang mendukung format divx.tapi disarankan ditonton di laptop/komputer


bagi yang berminat silahkan hubungi
081933341560/081367680590

Friday, May 15, 2009

Betty Bencong Slebor


Betty Bencong Slebor adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1978 dan bercerita tentang pembantu rumah tangga waria bernama Betty.

Sinopsis

Betty (Benyamin Suaeb) diterima sebagai pembantu baru di keluarga Bokir (Bokir), yang merupakan produser rekaman. Selain Betty, Nasir (Nasir) juga merupakan pembantu di keluarga itu. Istri Bokir (Aminah Cendrakasih) rupanya terlalu memberi kebebasan kepada mereka sehingga mereka sering keluar malam untuk mencari hiburan. Bahkan dalam suatu acara joget, Betty pernah berduet dengan Elvi (Elvi Sukaesih). Hingga dalam suatu ketika Betty ikut ditangkap oleh Polisi saat ada razia prostitusi.

Karena itu Betty dan Nasir akhirnya diberhentikan dari pekerjaannya. Mereka berdua kemudian mencoba untuk mengamen. Tidak sengaja mereka mengamen di rumah Elvi, sehingga akhirnya mereka diterima bekerja sebagai pembantu rumah tangga di tempat Elvi.

Bokir yang ternyata terpikat pada Elvi, berusaha untuk menikahinya. Ia minta bantuan Mansur (Mansyur Syah) untuk mengatur pernikahannya. Mansur pun bersekongkol dengan Elvi untuk mengelabui Bokir. Betty diminta menggantikan Elvi saat pernikahan dan Elvi juga memberitahu istri Bokir. Akhirnya pesta pernikahannya pun bubar.

Thursday, May 14, 2009

Traktor Benyamin


Traktor Benyamin adalah film Indonesia pada tahun 1975 dengan disutradarai oleh Lilik Sudjio. Film ini dibintangi antara lain oleh Benyamin S dan Yatni Ardi.

Sinopsis

Benny (Benyamin S) mahasiswa pertanian mendapat tugas kesebuah desa untuk penyuluhan dan meyusun skripsinya. Di perjalanan ia berjumpa deengan Erni (Yatni Ardi) kawan lama di SMA yang juga pulang kampung.

Di desa yang di tuju ia menginap di rumah pak Lurah (Hamid Arif) yang punya anak cantik Euis (Lenny Marlina). Saat melakukan tugas penyuluhan di desa itu Benny sering diganggu pemuda setempat. Apalagi pemuda setempat merasa mendapat saingan dalam mendekati Euis.

Hubungan Euis-Benny yang malu-malu model desa hampir bubar ketika Erni datang bersama rombongannya. Untung kesalahpahamam segera teratasi karena Erni datang untuk pesta panen desa dengan bernyanyi.

Benyamin Raja Lenong


Benyamin Raja Lenong adalah film Indonesia yang yang dirilis pada tahun 1975 dengan disutradarai oleh Syamsul Fuad. Film ini dibintangi antara lain oleh Benyamin S dan Aminah Cendrakasih.

Sinopsis

Benyamin tukang binatu dan pemain lenong bertetangga dengan Mimin (Aminah Cendrakasih) janda yang hidup dengan adiknya Aida (Aida Mustafa). Kegiatan latihan lenong yang bising yang membuat dua tetangga tadi sering bertengkar meski lalu damai. Sementara itu Benyamin jatuh cinta pada Ellya (Ellya Khadam) perawan tua anak pak Hamid pemilik rumah kontrakan tempat benyamin tinggal. Hubungan itu tidak disetujui oleh pak Hamid yang menganggap pemain lenong rendah martabatnya. Ketika pak Hamid mulai naksir Mimin maka Benyamin menggunakan hal itu sebagai senjata untuk melunakkan hati pak Hamid.[1]

Samson Betawi


Samson Betawi menceritakan tentang seorang pemuda Betawi perkasa bernama Samson. Kekuatannya diperoleh semenjak lahir. Mungkin film ini diinspirasikan dari kisah Samson dari Alkitab.
[sunting] Sinopsis

Samson lahir setelah 13 bulan dalam kandungan ibunya (Mak Wok). Sebelum lahir, ia diramal Mas Sastro (Eddy Gombloh) bahwa anak pak Hamid (A. Hamid Arief) ini akan memiliki kekuatan besar dan bila bulu ketiaknya dicukur, kekuatannya akan hilang.

Pak Hamid banyak dibuat pusing karena ulah Samson setelah lahir. Ia sering berkelahi sehingga para orang tua lawan berkelahinya sering minta ganti rugi kepada pak Hamid. Akhirnya keluarga Hamid jatuh miskin hingga akhirnya pada 17 tahun kemudian Samson bertekad ke kota untuk mencari pekerjaan.

Di kota ia bertemu Siti Duile (Yatni Ardi) secara tidak sengaja yang hampir ditabrak mobil. Samson menolong Duile dan mereka berkenalan. Secara diam-diam Sutan Malenggang Di Langit (Mansyur Syah), seorang promotor, juga melihat kejadian itu, dan akhirnya mengajak Samson berpartner dalam mengadakan pertunjukan yang menampilkan Samson sebagai orang kuat dan pertandingan gulat. Kerja sama pun dijalin. Samson selalu berhasil dalam pertandingan gulat hingga popularitas Samson mencapai puncaknya. Sementara itu Samson menjalin hubungan erat dengan Duile.

Tidak disangka, lawan gulat Samson berikutnya adalah kakak Duile. Duile diutus kakaknya untuk mengorek rahasia kekuatan Samson. Setelah dirayu, Samson menceritakan rahasia kekuatannya pada Duile, dan pada saat Samson tertidur, Duile tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mencukur habis bulu ketiak Samson.

Pada saat pertandingan, Samson tidak berkutik dalam melawan kakak Duile dan akhirnya kalah.

Benyamin Koboi Ngungsi


Benyamin Koboi Ngungsi adalah film yang diproduksi tahun 1975, film komedi ini di sutradarai oleh Nawi Ismail, dengan pemeran utama Benyamin S dan bintang-ibtang lain seperti Connie Sutedja dan Muni Cader.

Sinopsis

Billy Ball (Benyamin S) bersama Charles Dongo (Eddy Gombloh) terpaksa harus ngungsi dari ranch-nya yang terkena gusur dikarenakan di kawasan itu akan dibangun pabrik joint venture oleh pemerintahan Bodong City. Tidak puas dengan rencana pemerintah Bodong City, Billy Ball bersama Charles Dongo yang sedang meriang terpaksa harus menuntut ganti rugi kepada Marshall Bodong City (Hamied Arief).

Namun di tengah-tengah perjalanan menuju Bodong City, Billy Ball mendengar suara-suara tembakan dari sebuah rumah yang ternyata hanyalah suara petasan cucu-cucu William Ardhi, Billy Ball lantas mengokang senjatanya dan memberondong kediaman William Ardhi. Kontan Penghuni rumah kaget dan menyerah memohon agar Billy Ball menghentikan tembakan.

Billy Ball mendatangi mereka dengan mata menyelidik, " Hey Koboi Geblek, Koboi kampungan kenapa lu nembak-nembak sembarangan? " tanya salah satu penghuni rumah (Connie Sutedja). " Sorry Mam I denger tadi ada yang nembakin I duluan." "Dasar Koboi sarap, itu kan bunyi petasan!!!" lalu Billy Ball menunjukan salah satu keahliannya, ia lemparkan pistolnya ke atas lalu hup... pistol itu jatuh tepat masuk ke sarungnya. "Shet... hebat juga lu tong." teriak William Ardhi yang kala itu berumur sekitar 70 tahun.

Itu lah salah satu cuplikan adegan film Koboi Ngungsi yang dirilis pada tahun 1975 oleh Jiung Production yang dimotori oleh Bang Ben sendiri. Masih banyak lagi adegan konyol yang kocak, yang dapat mengocok perut anda melihat aksi Billy Ball dan Charles Dongo menghadapi Jimmy Dogdog (Muni Cader) seorang residivis Bodong City.

Setan Kuburan


Setan Kuburan adalah film Indonesia tahun 1975 yang disutradarai oleh Daeng Harris dan dibintangi antara lain oleh Mansjur Sjah dan Benyamin S.

Sinopsis

Kisah dari kepercayaan di banyak tempat tentang mayat yang kain kafannya tak sempat dilepas, lalu menjadi hantu pocong. Juga kepercayaan akan hutang yang dibawa mati, kucing yang melompat mayat. Itulah kisah Joyoprono (Mansjur Sjah) tuan tanah dan tukang kredit yang saat hidup bersifat tamak dan serakah.

Ia meninggal tertimpa pohon. Setelah itu muncul pocong mengganggu desa. Salim (Benyamin S) dan kawannya Amir (Mang Harry) yang berhutang Joyoprono, merasa bersalah. Atas anjuran ibunya Salim minta bantuan kakeknya. Kakek dan beberapa penduduk desa lalu mengepung pocong saat beraksi.[1]

Tarzan Kota




Tarsan Kota mengisahkan tentang Tarsan yang biasa hidup di hutan kini tinggal di kota. Film ini mungkin diinspirasikan dari kisah Tarzan.

Sinopsis

Ida (Ida Royani), ayahnya, dan Kamdi berburu di hutan. Saat berburu harimau, Ida ditinggal ayahnya dan Kamdi. Saat gagal dan kembali ke tenda ternyata Ida menghilang. Ayah Ida dan Kamdi berkesimpulan bahwa Ida telah dimakan harimau. Padahal Ida ditolong oleh Tarsan. Beberapa hari kemudian Ida kembali ke kota dan mengajak Tarsan turut serta.

Di kota, Tarsan tinggal di rumah Ida dan belajar membaca dan menulis. Tarsan juga bergaul dengan anak-anak nakal teman Ida tanpa sepengetahuan Ida dan keluarganya. Akhirnya Tarsan ditangkap polisi karena berkelahi.

Benyamin Spion 025


Benyamin Spion 025 adalah film Indonesia pada tahun 1974 dengan disutradarai oleh Tjut Jalil. Film ini dibintangi antara lain oleh Benyamin S. dan Mang Dudung.

Sinopsis

Direktur pabrik obat Mantra Jampi, Kemisidin (Mang Dudung), mengalami kesulitan karena obat-obatannya banyak dipalsu. Mat Jibrut (Benyamin S), sopir direktur, yang banyak membaca buku James Bond, berniat membantu. Ia pura-pura minta cuti. Dengan uang cutinya ia membeli mantel, topi dan pistol-pistolan. Maka mulailah ia menyelidiki pemalsuan obat, sampai akhirnya berhasil ke sarang sindikat yang dipimpin oleh Wahid Charta (Mansjur Sjah). Polisi datang menyergap markas Wahid, meski tak ada koordinasi sama sekali dengan Jibrut. Sebuah banyolan yang tak sampai jadi parodi, meski sudah meminjam angka 025, seperti 007-nya James Bond.

Ratu Amplop


Ratu Amplop adalah film Indonesia yang yang dirilis pada tahun 1974 dengan disutradarai oleh Nawi Ismail. Film ini dibintangi antara lain oleh Benyamin S dan Ratmi B-29.

Sinopsis

Beni (Benyamin S.) telah lama berpacaran dengan Ida (Ida Royani)tetapi terpikat pada Ratmi (Ratmi B-29) yang berhasil meraih gelar ratu. Gelar itu diperoleh karena menyuap juri. Direktur pabrik biskuit tempat Ratmi bekerja memasang gambar Ratmi untuk iklan biskuitnya. Masalah lain timbul karena kambing peliharaan ayah Ratmi membuat kesal seorang janda, kakak Ida tetangganya. Untuk menyelesaikan masalah itu Beni menjual kambing dengan harga murah dan komisinya digunakan untuk pacaran dengan Ida.

Biang Kerok Beruntung


Biang Kerok Beruntung adalah film Indonesia tahun 1973 yang disutradarai oleh Nawi Ismail dan dibintangi antara lain oleh Benyamin S. dan Ida Royani.

Sinopsis

Karena dianggap sebagai perusak (biang kerok), Pengki akhirnya dipecat oleh majikannya. Walau semula luntang-lantung, tapi kemudian Pengki mendapat keberuntungan dengan diangkatnya dia sebagai pembantu peramal Wan Bakar. Pada waktu mantan majikannya nyaris bangkrut, bertemulah dengan Pengki yang menyamar sebagai peramal Wan Bakar dan memberikan jalan keluarnya. Cara Pengki yang licik akhirnya menjadi duri dalam daging bagi Wan Bakar yang kemudian mengusir Pengki dengan cara mengawinkan dengan gadis idamannya.[1]

Intan Berduri


Intan Berduri adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1972 yang disutradarai oleh Turino Djunaidy dan dibintangi oleh Benyamin Sueb dan Rima Melati.

Film ini meraih penghargaan Festival Film Indonesia 1973 untuk pemeran utama pria terbaik dan pemeran utama wanita terbaik.

Sinopsis

Sebuah keluarga miskin, Jamal (Benyamin S), istrinya Saleha (Rima Melati) dan anaknya, yang hidup dari menangkap ikan di sungai dengan bubu, tiba-tiba mendapat intan di bubunya. Seluruh desa geger. Polisi dan seorang pengacara, Max Syad SH (Farouk Afero) datang untuk mengamankan intan itu. Suami-istri miskin itu pun diatur hidupnya jadi kaya oleh Max Syad. Sampai akhirnya ketahuan bahwa intan itu masih terlalu muda untuk dibentuk, hingga suami-istri tadi kembali miskin. Kelucuan dan sindiran halus tampil dengan manis.

Benyamin Biang Kerok


Benyamin Biang Kerok adalah film Indonesia yang yang dirilis pada tahun 1972 dengan disutradarai oleh Nawi Ismail. Film ini dibintangi antara lain oleh Benyamin S dan Ida Royani.

Sinopsis

Pengki (Benyamin S.) selalu mengerjai majikannya, Johan (A.Hamid Arief), istrinya dan mertuanya. Dengan licik ia menjual bensin mobil, berlagak jadi tuan besar dengan mobil tuannya dan merayu gadis-gadis cantik. Ia selalu lolos dari ulahnya yang merugikan orang lain itu, kecuali terakhir sekali ketika dua gadis cantik yang dikencaninya sama-sama datang ke rumah majikannya yang diaku sebagai rumahnya sendiri. Tamatlah riwayatnya sebagai sopir. Ia dipecat, meski tatap sambil mengejek.

Si Doel anak betawi


Si Doel Anak Betawi adalah film drama keluarga Indonesia yang diproduksi pada tahun 1973 dan disutradarai oleh Sjuman Djaja. Film ini dibintangi antara lain oleh Rano Karno, Tutie Kirana dan Benyamin S..

Cerita film ini didasarkan atas novel karangan Aman Datuk Madjoindo yang berjudul sama.

Sinopsis :

Si Doel (Rano Karno) dibesarkan olah ibunya (Tuti Kirana) dan ayahnya (Benyamin S.) mengikuti budaya Betawi asli. Karena sebuah kecelakaan, ayahnya meninggal hingga ia hidup berdua dengan ibunya. Si Doel membantu ibunya berjualan untuk meneruskan hidup. Pada suatu saat datang sebuah bantuan dari Asmad (Sjuman Djaya), pamannya yang kemudian diterima sebagai ayahnya. Asmad memberi kesempatan pada si Doel untuk bersekolah, juga sekaligus untuk menolak anggapan jelek anak Betawi karena banyak yang tidak bersekolah.

Biography


Celetukan "muke lu jauh" atau "kingkong lu lawan" pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb. Sejak kecil, Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya. Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai "imbalan".

Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak.

Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat - menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.

Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi, keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan "alat musik" itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu.

Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi. Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya.

SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi, masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Di sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, "Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!" Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat.

Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.


Karier

Benyamin Mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. Tergantung kondisi, kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang ibunya.

Ia akhirnya jadi pedagang roti dorong. Pada tahun 1959, ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD, langsung diterima. Tidak ada pilihan lain, katanya. Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan BantengwPasar Rumput. Itu pun tidak lama. Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir ngajarin korupsi melulu, tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan. Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya, tertangkap basah ketika ada razia. Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Kabur, daripada diusut.

Sebenarnya selain menekuni dunia seni, Benyamin juga sempat menimba ilmu dan bekerja di lahan yang ‘serius’ diantaranya mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negara (1964), bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969).

[sunting] Awal karier

Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.

[sunting] Duet dengan Ida Royani

Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.

[sunting] Gambang kromong

Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.

Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).

Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.

[sunting] Paska duet dengan Ida Royani

Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Koesoemawati dan berhasil merilis beberapa album, di antaranya "Nenamu" dengan tembang andalan seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Pelajan Toko.

[sunting] Dunia film

Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Betawi (1976) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik.

[sunting] Akhir karier

Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.

Meninggal Dunia

Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat memengaruhi hidupnya.

Pendidikan

  • Sekolah Rakyat Bendungan Jago Jakarta (1946-1951), SD Santo Yosef Bandung (1951-1952)
  • SMPN Taman Madya Cikini, Jakarta (1955)
  • SMA Taman Siswa, Jakarta (1958)
  • Akademi Bank Jakarta (Tidak tamat) ; Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan (1960)
  • Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960)
  • Kursus Lembaga Administrasi Negara (1964)

Pengalaman kerja
  • Kondektur PPD (1959)
  • Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960)
  • Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1968)
  • Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969)
  • Produser dan Sutradara PT Jiung -Film (1974-1979)
penghargaan
Diskography

Benyamin menikah dua kali. Pertama dengan Nonnie pada tahun 1959 (kemudian bercerai pada tanggal 7 Juli 1979 namun rujuk kembali pada tahun yang sama). Hj. Nonnie memberinya lima anak:

  • Beib Habbani
  • Bob Benito
  • Biem Triani
  • Beno Rahmat
  • Beni Pandawa

Sedangkan anak - anak dari isteri kedua, Alfiah, adalah :

  • Bayi Nurhayati
  • Billy Sabila
  • Bianca Belladina
  • Belinda Syahadati

Modified by Blogger Tutorial

film benyamin S ©Template Nice Blue. Modified by Indian Monsters. Original created by http://ourblogtemplates.com

TOP